MY WAY IS MY FAITH

11755820_10202852667716444_4758424316359292457_n
Sunset at Gang Marga Agung, Bali

Di masa kecil senang sekali melihat turis yang datang ke tempat kami. Di kala itu saya tidak terlalu memahami kenapa mereka disebut turis. Atau kenapa mereka kulitnya putih, hidung mancung, dari mana mereka berasal dan beberapa pertanyaan lain sebagainya.

Saya masih ingat ketika pertma kali turis mengnjungi kampung kami. Mereka itu adalah kelurga dari seoarng Misionaris Eropa yang berkarya dan mengabdikan hidupnya di Paroki kami. Saya dan beberapa teman sepermainan begitu girang melongo menonton para turis ini. Mereka tinggi sangat tinggi. Kulit mereka putih yang disertai bintik bintik itam, ada bulu bulu halus berwaran pirang yang tumbuh di sekujur tubuhnya. Tentu saja meraka menjadi mahluk aneh dikala itu karena baru pertama kali melihat manusia yang lain dari yang pernah kami lihat. Mereka berbicara degan sangat aneh .Orang tua di kampung kami menyebutnya “TOMBO DEPOTI” berbicara menggunakan bahasa setan. Meski sebenarnya tidak seorangpun dikampung kami yang pernah mendegar bagaimana setan berbicara.hehehe. Mungkin karena sering melihat orang pinter/dukun yang (humi hamit) koma kamit mulutnya ketika sedang mengobati pasien. Kemudian ketika di sekolah, guru kami memberitahu bahwa itu namanya Bahsa Inggris.

Kami melihat mereka dari kejauhan menjaga jarak, sesekali mendekat. Ketika mereka memandang kami, apa yang kami lakukan hanya bisa tersenyum, kadang tertawa bercampur ketakutan. Kami berbicara kecil kecil atau berbisik satu sama lain. Oehhh darat so’o e!! ini namanya bidadari.hahaha..

Kami memanggil, darat darat!!!!! Tidak ada sahutan.

Lalu kemudian kami ganti dengan; turis! Turis turissss!

Hi, hello.. Sahut mereka.

Ole kali ho’s ngasang turis! Padahal mereka turis!

Kami berlari kecil menjauhinya karena takut jangan jangan benar cerita orng orng itu. Gendongaan tas besarnya untuk simpan anak kecil. Krna rasa ingin tau sayapun mencoba mengumpulkan keberanian dan mendekatinya. Eh di kasih permen. Lalu seketika lari menjauhinya. Horee sya dpt sebombon! Ole senag kaut hau ge dapat sebombon. Senag sudah kau dapat permen. Kami melihat mennton mereka sampai akhirnya mereka kembali ke Paroki di mana mereka menginap.

Pulanglah kaami ke rumah. saya dgn girang menceritakan ke orng tua. Bahwa kami tadi melihat turis dan dikasih permen yg kami sebut sebombon dikala itu. Bukanya senang didapat maalah omelan.

Mata meu! Neka nggitu keta kis.!! Asa eme cambo na bone tas mese diham bo! Toe manga mama teing sebombon kami liha bo.

(Kamu. Lain kali jangan begitu!! Mereka itu datang mencari anak kecil dan itulah kenapa mereka selalu membawa tas besar ke mana mana. Tidak mama, mereka tadi kasih permen ke kami, mereka baik kok. Begitu saya mencoba membela diri)

Rasa ingin tahupun bertumbuh yang kemudian menjadi sebuah impian. Saya harus bisa berbicara dengan mereka satu hari nanti.

Waktu demi waktu sayapun selesai SD dan masuk SMP.

Dimasa kami tidak ada pelajaran bahasa inggris di Sekolah Dasar, jika sekarang di tingkat Taman Kanak Kanak (TK) sudah diajarkan.

Senangnya ketika pertama kali mengikuti pelajaran bahasa Inggris. Imaginasi saya melintasi memori pristiwa bertemu turis yang memberikan permen/ gula gula.

Angka dan kata demi kata kami pelajari, sampai kepada Grammer dasar berikut contoh percakapan kecil. Di sini saya sgt antusias. Semangat belajar akan bahasa Inggris begitu bergelora mengalahkan semangat mengikuti peljaran sejarah yang mengandalkan hafal.

Waktupun berlaju begitu cepat tidak terasa Junior High School tersapu waktu sampailah ke Tingkat SMA. ( Senior High School) haha sudah bisa menyebut tingkat sekolah dalam bahasa Inggris.

Sayapun berlanjut belajar di SMA St.Ignatius Loyola L. BAJO. Panas daerahnya, gerah tapi tapi tdk dpt menyurut semangat belajar.

Bara api semangatpun menyala ketika pergi berjalan jalan ke down town Labuan bajo. Mata membelalak melihat banyak turis berkeliaran (nggerlau nggerle) ke sana ke mari.

Ada yang berbaju lengkap, tak berbaju, tak bercelana (pake deko kemet kanang). Hhahaa. Hasrat belajarpun bercampur aduk dengan hasrat ABG melihat bule2 cantik nan seksi tergeletak begitu saja di pasir pantai Pede. Ninik cekoen! Ngintip sedikit! Lalu ah!

Coba mendekat siapa tau mereka mau diajak nhobrol.

Syapun memberanikan diri.

Hallo!!!!! Begitu sya memulainya. Mesti shrus hello atau apalah.

Sahutnya: Hi, Hello. may I help you.?

Oh yes, may I disturb you a moment?

 

Oh yeah. Never mind! What Can I do for you. Sahut turis itu.

Oh sorry. I just wanna practice my English.

Oh my pleasure. Sahut turis itu.

11146305_10202312092402399_8663974340751409041_n
Enjoying Beach Game with new friends from Canada

Kamipun terlarut dlm pembicaraan yang terbata bata. Kadang nyambung kadang tidak. Bnyak dek dekanya. maklum pertama kali berbicara dengan org bule. Kadang tau katanya tapi tidak tau ucapanya. Sering saya harus mengikuti metode Yesus dengan menulis di pasir, agar apa yang saya ucapkan dapat di baca oleh turis turis. Kemudia turis tersebut membetulkan ucapan saya. Learning by doing is fun.

Semenjak itupun semangat belajar berubah menjadi rasa senang. Kemudian saya tahu itu adalah sebuah metode yang sangat baik untuk cepat menyerap apa yg saya pelajari.

Lakukan dengan senang. Belajar dgn senang. Sulit dibayangkan bagaiamana orng belajar dgn pengaruh paksaan/ pengaruh dari luar. Menurut saya sangt susah. Mempelajari sesuatu itu akan lebih mudah ketika itu datang dari keinginan/ niat dari hati kita sendiri, bukanya pengaruh dari luar.

Waktu berlalu tidak terasa SMA telah usai. Tingkatan berpkir dan niatpun semakin serius. Apalagi menentukan program studi yang akan dipelajri ketingkat perguruan tinggi ataupun universitas. Sayapun dgn jujur dan tulus meengikuti alunan kata hati kecilku diwaktu kecil. Belajar Tombo de poti ta dise lopo.hehehe

Saya mengumpulkan tekat untuk menulusuri lorong impian dikala kecil itu. Keingintahuan yang dulunya hanya sekedar rasa penasaran akan turis turis, akhirnya menjadi sebuah pilihan serius untuk ditekuni dan dipelajari.

Saya mengambil program English Literature di Luar Negri alias swasta. Hehe. Niatnya ke Luar Negri apa daya Dana tidak pernah ada. Jadinya begitu saja dibahasakan. Menghibur diri.hehe

Mempelajari ilmu ini begitu susah. Karena mencakup tatanan hidup manusia. Sosial politik, ekonomi, agama terangkum dalam seni menganailis drama, puisi dan beberapa bentuk karya sastra lainya. saya menemukan puisi Robert Frost dan kisah sedih Cinta Romeo & Juliet di sini.

The first time is always the hardest one.

Awalnya begitu tidak menyenangkan menekuni ilmu ini, namun waktu demi waktu akhirnya saya menemukan ritme keindahan.  Saya mencoba untuk mencintai dengan apa yang saya lakukan. Tugas demi tugas kugeluti dengan sabar, semester demi semester kulewati. Tak jarang saya juga mesti mengikuti English speaking club dari berbagai lintas program studi. Di sini kami mengasah kemampuan untuk berbicara dengan baik dan benar.

Hari demi hari saya melewati waktu kuliah dengan sekelumit kisah suka dukanya . sampai kepada pengerjan tugas akhir dengan segala tetek bengek. Puji Tuhan akhirnya saya lulus dengan tepat waktu.

Let see in the wild life.

Sayapun mencoba kehidupan liar di Bali.

Gila!! Benar benar liar! Dari kehidupan siang maupun malam begitu liar.

Bayangkan saja, saya yang hanya anak kampungan, bermain di padang rumput, berkeliran dihutan mencari kayu api ataupun hanya sekedar bersenang senang dengan teman teman dihutan kini berada di daerah yg gemerlap. Meski sudah dibekali dengan pengetahuan tetapi tetap saja memiliki rasa takut ragu dan beberapa bentuk sifat manusia lainya ketika menghadapi lingkungan baru.

Nyanyian alam yang indah daerahku bergantikan deruan mesin, music, org bermabukan, berdendang ria di lorong lorong jalan kecil legian. Buset!! Mereka ini pesta aja kerjanya. Bali…oh Bali!! Begitu hatil kecilku bergumam mengagum heran pada kehidupan di Bali.

Gendrang dan pesta kehidupan sesungguhnya dimulai. Pengujian ilmu siap menerjang kehidupan liar. Mencari pekerjaan bukanlah hal mudah, apalagi untuk fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja.

Fakta bahwa teori tidak selamanya sinkron dengan keadan dikehidupan nyata. Bahkan melenceng jauh dari pada apa telah diajarakan. Belum lagi penyesuaian dengan lingkungan dan rekan rekan kerja. Beberapa pertanyan liar begitu terus terngiang dalam imginasiku.

This is it!!. Welcome to the wild life man!

No work, no food, no food no eating! No eating, you are dead man!!!!!!!

Begitu nasehat para jalanan yang sudah expert melanglang buana di dunia liarrrrrrrrr.

Alright!!!! Let’s rock and Roll! Begitu aku mencoba membakar semangat.

Meski ada bnyak keraguan di benak kecil.

When you doubt? What you gonna do?

yah…Action man!!

Sayapun mecoba melamar sana sini. Lucky me, saya diterima perusahan yang bergerak di hospitality/ perhotelan. Selaraslah dengan apa yang saya pelajari. Setidaknya aku bermodalkan melaju Inggris. Saya tak begitu peduli dengan berapa mereka harus membayar saya. Udahlah yang penting cukup untuk memenuhi kehidupan sehari hari. Kalau lebih ya syukur, kalau tidak juga, ya bersyukur saja. So what!!! Bersyukur man, everything will be alright!! (Wejangan leluhurku; maram te cumang hang gula, deko hang leso agu haeng hang mane)

Hari demi hari saya begitu menikmati kehidupan dan pekerjaanku. Meski berhadapan dengan obstacles/rintangan2. Kecil besar, kuhadapi saja. Badai pasti berlalu. Thanks God, everything under control.

I am hungry and thirsty with any of experiences.

1531868_10200124148585171_1451555656_o
Lunch with colleague

Saya begitu lapar dan haus akan  berbagai pengalaman baru. Sayapun mecoba dengan berbagai tantangan. Mencari pekerjaan yang lebih menantang. ke sana kemari mencari informasi. kemudian saya terdampar di sebuah perusahan orang asing. Hampir semua stafnya orang bermata biru. Daily english conversation. emmmm I love it!!! Let rock and roll bro!!

Bekerja dengan orang orang bule ini membawaku pada tuntutan kerja yang sangat professional. Seperti biasa saya mencoba denagn gaya saya yang casual, tetapi tetap fokus.

Sepertinya mereka welcome dgn karakter saya dan ya.. sayapun demikian. mengikuti ritme kerja mereka. Team worknya berjalan dgn baik, meski awalnya sangat complicated.

Bekerja dengan mereka tidak ada yang main main. Require a multi-tasking skill. Anda juga harus menikmati bekerja di bawah tekanan penuh (fully under presure) Semua pekerjaan harus diselesaikan dengan cepat , cekat, details and do not make mistake. Once you made mistake. You fail and kicking out. No excusess.

So, how is working?

Don’t panic, stay calm and focus on your job.

At the end of your duties please recheck all you have done even you have a 100% confidence you have to double check.

Dalam melakukan banyak hal, seburuk apapun situasi anda, cobalah untuk tidak panik, tenang dan tetap focus pada tugas dan pekerjaan.  Akan lebih baik untuk selalu dichek dan terus melakukan itu.  Itulah kenapa boss saya selalu mengataan “Trust is good but recheck is the better’ pernyataan ini selalu menjadi nyayian semangat saya disetiap saat. Dengan begitu saya terhidar dari kesalahan sekecil apapun. Bahwa tidak cukup dengan percaya saja, akan lebih baik kalau dicheck kembali.

Stop being scared to make a mistake!!

Manusia tentu tidak luput dari kesalahan. Siapapun itu. Jangan takut untuk ditendang keluar, meski itu menyakitkan.Toh Kehidupan ini adalah penyempurnaan dari setiap kesalahan. Di setiap keberhasilan tentu memiliki jejak kegagalan di balik itu, dan setiap kegagalan memimpin menuju kesempurnaan. Lebih baik melakukan meski terperanjab dalam kekeliruan dari pada tidak melakukan sama sekali adalah pengecut dan sebuah kegagalan sebenarnya. Pepatah mengatakan: “Doing something and getting it wrong is at least ten times more productive than doing nothing”. Don’t you agree??

Anyway, I believe that every single thing that has ever happened in our life is preparing  for a moment that is yet to come. Bahwa disetiap hal yang pernah terjadi dalam hidup kita adalah sebuah moment persiapan untuk sesuatu yang belum terjadi.

So be yourself and faith on your way.

Save

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s