TIMBO LERONG, DERE NGKIONG

Lagu wajib Manggarai yang pernah hidup dan didendang ria oleh para pengagum cinta, damai dan kasih sayang.

Kodrat manusia adalah mahluk social. Ia hanya bisa hidup dengan menyatu bersama manusia lainya.
Para leluhur kita dulu sangat menyadari akan pentingnya persatun dan kesatuan yang sehat.
Dan begitulah mereka dapat hidup dengan baik tanpa rumah sakit apalagi dokter.

Hari ini kita mungkin tidak percaya dengan kisah perjalan hidup mereka yang serba terbatas.
Makan jagung, umbi umbian dan apa saja yang bisa dimakan untuk menyambung hidup. paling miris dan mungkin bagi kita aneh.
Ketika musim kemarau mereka hanya mencari ampas dari inti terdalam pohon tuak/ Enau. Aku tak tau sebutanya. Mereka bertahan hidup dengan begitu saja.

Mereka tak pernah memikirkan tentang uang apalagi harta.

Bagi mereka hidup adalah tentang mencintai apa yang ada, bukan menginkan apa yang tidak ada.

Itu adlah sekilas kisah peejugan hidup di jaman tidak enak dan beberapa kisah klasik mereka yang kejam.

Tau kah anda?
Meski zaman mereka boleh tidak enak tetapi mereka sangat menghormati kehiudupan.
Mereka benar benar menikmatinya.

Kesengsaraan & keterbatasan adalah kebahagian bagi mereka.
Sebalikbya kita hari ini? Kebahagian dan serba ada adalah sebuah kesengsaraan.

Kau lihat bnyak manusia meninggal dalam kekayan yang berlimpah. Bak tikus yang mati kelaparan di karung beras. Tae dise lopo ga (Lawo mata le daren bone mai kas penong dea)

Leluhur kita adalah pengagum segala bentuk kehidupan. Apapun mereka sangat menghargai. Mereka mengambil dari alam hanya ketika mereka memerlukanya.

Bagi mereka hidup itu selalu disyukuiri dalam kebersaman yang penuh cinta, damai dan kasih sayang. Termasuk dengan segala mahluk yang menghuni alam semesta ini.
Dan begitulah sejatinya hidup.

Tak pernah aku dengar kisah hidup mereka mati karena depresi apalagi sampai membunuh diri.

Nah sekarang?
Manga cekoe, acu taung waun, kode taung woen, toen taung ata. Akhirnya mata cama acu.
(Hidup bergelimangan harta melupakan segalanya. Sampai kelurga dan sanak saudara diacuhkan. Apalagi yang namanya orang lain. Dan ya.. ketika meninggal bagai binatang. Tak ada tangisan kesedihan. Yg ada mengumpat. Mata hau!!!!!

Lagu “Timbo Lerong,dere ngkiong” adalah sebuah nyanyian kehidupan yang menjunjung tinggi kebersamaan dalam segala kelompok kehidupan.
Meski tak menggambarkan kesengsaran seperti yang saya propagandakan di atas.
Tapi setidaknya dalam kebersaman yang baik, ringan sama dijinjing & berat sama dipikul.

landu
Landu bersama

Bahwa seberat apapun masalah dalam hidup kau memiliki yang lain yang membuatmu menemukan jalan dalam mencari solusi.

Tapi setidaknya setiap manusi yang ingin hidupnya damai dan tenang, pastilah ia sangat senang mendengarnya. Sebuah kehormatan kalau anda berani nyanyikanya untuk sebuah kedamaian. Tak peduli bagaiamana anda harus menyanyikanya. Tombo dise lopo danong : dere leleng tombo, tombo leleng dere.
(Berbicara sama dengan bernyanyi, beryanyi sama dgn berbicara).

Semasa kecil, ketika hendak tidur. Lagu ini sering dinyanyikan dgn baik oleh ayahku.
Beliau menyebutkan kata demi kata dengan jelas. Meski waktu itu saya tidak dapat memahami akan makna agung yang hidup dalam setiap syair. Kini aku sangat menyukainya.

Pesan SEORNG ayah masih terus hidup dalam lagu ini.

Untuk bisa hidup berdampingan dengan penuh damai dan kasih sayang. Kau hanya cukup menjaga keharominisan dengan semua manusia yang berada di sekitarmu.

Penggalan lagunya seperti di bawah ini.
****
Timbo lerong,
timbo lerong
Dere ngkiong

Ite ca golo neka koe woleng tombo.
Ite ca natas mori, neka koe woleng bantang.
Ite ca wa’u mori, neka koe woleng gauk.

Mata betong asa,mose waken nipu tae.
Ludung betong pu’u,Ludung mbukut nipu curup.
mose waken tau nipu tae.

Ase kae mori,neka koe woleng tae.
Weta nara mori, neka koe woleng bantang.
Ase agu kae mori, neka koe woleng tae.

Kesa kela mori, neka koe woleng bantang.

Neka koas koe neha kota.
Neka behas neho kena.
*****

Wina rona mori, neka koe woleng wongka. Yang ini karangan zaman enak.wkwkw

***
Semoga bermanfat!!!

Save

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s