KETIKA ENU ADA DENGAN NANA

Ku menengadah ke langit  malam.
Bintang bercahya membentuk harapan.

Ku termenung duduk sendiri,
Lama lama membentuk jenuh.

Ku ajak naca duduk bersama,
Menengadah kami, pada langit yang sama.

Seumpama nana tak ada sementara.
pandanglah kau pada langit malam.
Rinduku tak terhitung, sayangku tak ter-angka.

Ya bagai bintang….
Dapatkah enu menghitungnya??

momang de nana
seperti bintang malam.

Lihat….
Lihatlah!!!
Bintang bersinar.

Tersemat indah imipian kita,
Melayang jauh pada kemilauan cahaya,

Seumpama rindu dapat dihitung.
Bintang di langit dapatlah disamakan
Seumpama momang dapat disamakan.
Tebaran luas angkasa sudahlah pas.

Adrian ata Mbohang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s