Si Logika & Perasaan

Si “Logika” & si “Perasaan” bersua di persimpangan Imaginasi.

Hi Perasaan, how ya doing?
(Si Logika mengawali percakapan)

I am doing super fine.
And you? (Sahut si peraan)

I am thinking super fine.(logika)

Oaowwww We are super today.
Si Perasaan memuja keadaan.

Hahaha (mereka tertawa menikmati awal percakapan)

Perasaan….!!!! Tanya si Logika.

Ya ..Ya Logika.

One question. (Si Logika hendak bertanya)

What!!!!!

am I wrong?
Bahwa ketika kau mencintai, kau tak pernah menggunakan akal hanya rasa dan rasa.
Is that right? And what kind of feeling do you have?

Emang kenapa Logika?
Emmm
Ya, saya rasa kau hanya menbutuhkan akalmu untuk mencintai. Siapa tau keajaiban mengubahnya jadi rasa.

Ya menjadi seperti saya.hehe..
Mencintai dengan segala rasa yang aku miliki. Sampai akhirnya aku benar benar merasa. Tak tau aku rasa apa? Itulah kenapa aku sangat senang bercakap cakap denganmu Logika.

Kamu tau, rasa apa itu Logika?

Rasa amburadul atau ngawur (complicated). (Jawab si logika) Kamu bilang itu rasa cinta.
Ya kan Perasaan??

Emang kamu pernah rasa Logika? Kamu bilang “cinta” kamu mencintai dengan apa? Cinta dengan akalmu itu?
Si Perasaan meremehkan Logika.

Wahh anda.! Makanya jangan terlalu menggunakan rasamu perasaan. Sesekali menggunakan akal. Biar tidak terjerumus kusuk dalam hasrat yang tak pernah puas.

Ya. Kau taulah.!! Apa yang terjadi. Entar kita beradu kepuasan lagi karena ngomong hasrat.hihihik

Ahh kamu tu Logika.!! Dasar kerjanya mikir melulu.

Ehh anyway….
LOGIKA, kamu sering nongkrong di mana?? (Tanya Si Perasaan)

Mau tau?? Sahut si Logika.

Ya dong…asyik ngobrol sama km. Puja si perasaan pada Si Logika.

Aku sering nongkrong di Mahluk yang sering kamu puja perasaan. Mahluk perkasa, kekar, suka menggoda, mesti pada kenyataanya banyak wanita juga senang digoda. Wkwkwkw

Kalau kamu??(tanya Logika)

Aku sering mengendap ngumpet pada mahluk bernama wanita yang kamu sebut tadi.

Oh ya?? Apa itu?
Tanya si Logika.

Km tau?
Aku sering membuat mereka senang ria dikala memuja lakinya, lalu sesekali kubuat mereka menangis haru dalam kerinduan yang tak terusai.

Mereka sering menyebutnya “nuk” kadang merka sebut “Kembung” atau  ” kangen” missing” AH banyaklah! maca macam.

Entahlah! Mereka memanggilku dengan sangat situasional. (Ya bergantung situasi & kondisi)

Emmmm sepertinya kau yang membuat jutaan mahluk cantik itu menumpahkan rasanya begitu saja, tak terurus di dinding facebook buatan si Mr. Mark Cukaminyak itu.

Mark Zuckerberg kali.(cela si Perasaan)

Entahlah Perasan, aku terlalu banyak mikir.!

Besok kita ngobrol lagi ya.?

Aku mau lihat sunset dulu.
Bye for now.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s