Membegal kata “BEGAL” yg melekat pada Manusia Begal.

Kata “Begal” mewabah hampir semua media di Indonesia. Baik media cetak, sosial maupun visual.

Kata ini dipopulerkan oleh sekelompok manusia yg beraksi dengan kejam di jalanan merampas hak milik orng lain. Merka menjuluki diri mereka dgn nama Begal.

Alhasil kata ini membludak mengungkap semua tindakan begal begalan para manusia di Negri yg dipenuhi dgn begal.

Begal ada di mana mana.
Dari jalanan sampai dirumah besar representatif.

Kalau di jalanan para pegal bersenjatakan kapak & pedang.
Sekali tertangkap, terpanggang begitu saja di bara api kemarahan rakyat.
Lalu apakah para begal jalanan ini mengini itu terjadi??

Saya pikir mereka sangat bahagia terpanggang begitu kejam.
ya, mereka berani mati di jalan yg mereka pilih. Karena mereka sgt mengingini itu. Mereka lebih baik mati tertngkap rakyat dari pada tertangkap para dewa begal. Tak sudi!!

Tidak kah kau yakin meski mereka dilenyap dgn kejam malah mereka menjadi jadi??

Sejatinya para begal tak pernah mengharapakan keadialan. Apalagi pengampunan. Karena merka tau negri ini keadialan hanyalah sandirawara para begal.

Begal adalah lahir dari ketidak adialan.
Jagan pernah membawa mereka kepada keadilan. Jangan pula memaksa mereka tunduk kepada hukum. Karena hukum haram hukumnya untuk mereka tunduk.

Jukukan Begal adalah kemurnian kebenaran yg mereka bawa ke mana mana. Menunjukan kepada rakyat bahwa beginilah negri tanpa keadilan dan hukum yg amburadul. Keadilan yg layak bagi mereka adalah mati dgn kejam. Dan mereka menerima itu dgn dgn lapang dada. Merekalah manusia sejati. Berani berbuat berani bertanggung jawab. Bukan pengecut sprti dewa begal.

Lalu siapakah para dewa begal itu?

Ya … siapa lagi. Kalau bukan merka yg berjas , berdasi & bersepatu bagus, duduk bersama mengatur sisasat atas nama rakyat menghambur nafsu.
Menumpukan harta sampai perut gendut semprul dipenuhi kebusukan.

Mereka ber-partai menjuluki diri mereka dgn nama yg elegan. Ada partai pohon hantu, ada partai berkepala banten meski banten tdk pernah ada lagi. Dan tak sedikit juga partai berbalutkan religi and excetra.

Para begal elit nan rakus ini bermain dgn sgt cantik. Bersenjatakan hukum menggunungkan harta. Entahlah apa yg mereka inginkan di dunia ini. Selain harta yg bnyak. Mereka adalah begal yg selayak berkepala” ELA” bhsaku, atau babi!!

Ketika para dewa begal ini beraksi, sejuta rakyat jelata melarat dlm kemiskinan.

Manusia sialan ini sering mempertontonkan seni membegal yg sebenarnya dri pd sebenarbya belerja utk rakyat.
Kita dapat melihat mereka bersenda gurau dlm sandiwara yg penuh dgn kebusukan. YA, tak ayal bagai asu(anjing) yg berebutan daging amis.emmmm!!

Begal!!!!!!!!!!!!!!!
Saatnya menghukum dewa begal dgn cara begal.

Angkat kapak, membelah perut begal. Kejam!!

Ya memang harus kejam.

FUCK DEWA BEGAL!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s