ENU

Enu. …!!

Io nana.
(Sahutnya dgn lembut)

Tau gak?
Satu ketika nanti, di bawah telapak kakimu itu akan ada surga.
****
Emmmmm?
Bagaiamana mungkin itu akan terjadi? (Kali ini matanya berbinar, ia mendekat mencari jawaban).
Bagaiamana mungkin & kpn itu akan terjadi? (Ia meragukan ucapanku.)
***
Ah,…kau buatkan nana secangkir kopi dulu?
Kopi apa nana? Tanyanya dgn ramah.
Kopi pait kaut enu. Pait2 nenggitu.hehe..

(bagai waitress di restoran mewah, ia begitu ramah, Iapun menghilang sejenak dri hadapanku, tak berapa lama, ia muncul dgn secangkir kopinya)

Ho’o kopi ho nara geong.Inung gah!! Begitu ia mempersilakan ak meminumnya.
****
.emmmmm kopi Manggarai. Pasti tuk moles si??(ini pasti kopi yg ditumbuk)

Kunikmat sejenak aromanya tanpa kata. Kubiarkan uap mistisnya masuk memnuhi ronga hidung sampai akhirnya benar2 menggoda imaginasiku..this is it.

Beginilah ritual indahku sebelum cairan kopi itu ku teguk, kuteguk dan keteguk.

.zzzzzttttt!!Zzzzttt!!

Begitu suara yg dihasilkan ketika bibirku menyentuh ujung cangkir kopi pait yg masih panas. buatan Impet. Caih ge usang, mese koe! Begitu ak berdoa kpda alam..
***
Kali ini ia(impet) tersenyum,
Ia sprtinya terlena dlm ritual indah caraku meminum kopi.

Enak ya, nana?? Tanyanya lagi.
Emmmm taste as heaven. Serasa surga. Sahutku.
Aeehh joak!! Begitu ia mengumpatku sambil tertawa.hahaha.. dia tertawa lepas dan sgt lepas.
****
Impet!!
Io nana..
Lupakan sejenak ttg surga di bawah kaki itu. Tohh itu masih sgt jauh dan tak layak kukisahkan utkmu saat ini.

Ahh nana!! Emang kenapa??
Sahutnya lagi.

Kau tau, itu terlalu indah utk kita ceritakan. Lagipula ak kwatir ketika semunya ku ucapkan, kau terdiam, tersanjung kagum pada surga yg sebenarnya kau miliki itu. Kau bahakan tak sadar sebenarnya kau tak bersamaku.

Ahh nana lebai!!
Kan ak di sini bersamamu nana.sahutnya.

Emmmmm
Ya. Ragamu di sini. Kisahku akan membuatmu mabuk kepayang. Membuatmu tak sadar, lalu kau beranjak pergi masuk dlm imaginasi.kau terbang melayang2 bagai layang2ku dikecilku dulu.

Kau tau ak adalah pemain layangan yg tak pandai menagkapnya ketika jatuh terputus. Apalagi mengejarnya.ak masih ingat ketika kecilku.

Enu…..
Enuu!!
Enu…..
Tu kan??
kau bahkan tak dpt mendengrku.
Oeeeeeeeee!!! pundaknya kutepuk.

Ya ya yaa nana!!
Di di ….dididididiiidi mana surgaku??? Di mana! Kau
yg mengambilnya.
(sahutnya dgn gagap.Bagai terbngun dri mimpi.)

Ahh nana! Kau bohong!

Kenapa enu??tanyaku.

Kau mengambilnya nana.!
Kau mengabil surga itu.

Ak bahkan tak menyentuhnya.apalagi mengambilnya. Sayup2 wajahnya.

Tersenyum ak pada dia.
Ku teguk lagi kopiku.rupanya semakin dingin tercampur angin malam.
Ku teguk saja.ahhhhhhh..sudah dingin kopiku.
*****
Kau seharusnya menjadi ibu.
Apa!!!!! Tanya nya!!
Ya kau sudah seharusnya menjadi seorng wanita yg paling dikagumi olh semua manusia yg mwrindukan seorng ibu.
Apa ibu??
Ya seorng ibu.(ku mengulang ucapanya)
Kau pernah dengar kisah surga di bawah kaki ibu.??
Emmmm
Ahh nana!!
Nanananaa..begitu dia memanggilku selalu.

Usang mese. Tak tersa kopiku tertinggal ampas!@

To be go on!!

Kisah berlanjut!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s