BANGKU USANG

Impianku tentangmu
Kau di kanan aku di kiri,
Kursi usang panjanglah tempat kita berkisah.
Kisah tentang hari esok yang indah.
Tentu saja bersama kau yang kudambakan

Impianku tentangmu
Aku di kiri, kau di kanan
Masih saja kita betah pada kursi usang itu.
Entah siapa saja yang sudah marajut asa di tempat ini,
Kita tak pernah tau, bangku panjang ini sungguh indah.
saksi bisu tentang keindahna cinta.
Mereka datang merajut mimpi, lalu pergi
Tak tau, entah ke mana mereka membawanya.

Impianku tentangmu,
Masih saja kita tak beranjak.
Kali ini kau menghampiriku,
tak tau bagaimana, kau sudah di kiri aku di kanan.
Tersihir aku pada wewangian indah rambut manismu.
Aroma itu seperti tak pernah mau pergi dari ingatanku.
kita lalu terlarut pada indahnya kehangatan rasa.
Mata kita tertutup, jemari remas meremas bagai sedang mengucap doa.
Nafas kita tersengal sengal, seakan sehabis mendaki bukit.

Terlarut kita pada impian indah.
Kursi usang itu, sepertinya bahagia menyaksikan kita berkisah.
Malam menjadi begitu indah, bintang bersinar.
Romantis kita berada di sini. Tak ingin aku, kau menjauh.
Wajahmu terlihat lembut, indah tersinar bulan purnama.
Bibir menguap, tertidur kau pada pundakku.
Terlarutlah kita pada mimpi tentang keindahan.

Impianku tentangmu.
Kau dikiri aku di kanan.
Saya bersandar pada kursi usang,
kau bersadar pada pundak impian.
Saya berpaling mencoba mencuri ciuman,
saat sa’at kau terlelap pada mimpi.

Tapi ahhhhhhhhhhhhhhhh
Ternyata aku terlarut pada impianku tentangmu.

Ini impianku.
kan kusimpan pada lemari pikiranku.

Suryanto A.
Kuta, 16, Oct. 13.
duduk-berdua-di-taman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s