Manggarai Tanah Congka Sae

Manggarai merupakan sebuah daerah bagian barat Pulau flores. Kelompok etnis yang mendiami daerah ini sering disebut”Ata manggarai“(orang manggarai). Pada waktu tertentu ata Manggarai sering melakukan tarian Congka Sae yang diiringi bunyi Nggong agu gendang(gong dan Gendang), itulah kenapa aku menyebut Manggarai Tanah Congka sae.

Dulunya Manggarai terbagi kedalam bentuk wilayah “Dalu” yang terdiri dari subterkecil yang disebut dengan ” Glarang”. Ata Manggarai juga mengenal tiga tingkatan masyarakat yaitu: Dalu dan Glarang yang paling berkuasa (the dominant), rakyat biasa(commoners) dan yang terakhir adalah “ata Mendi”(slaves) budak yang menempati lapisan bawah dari masyarakat (lower status). Ata Manggarai menganut sistem patrilineal; perkawinan mengikuti garis keturunan ayah atau keluarga laki laki.

Orang Manggarrai memiliki kepercayan Lokal yaitu kepercayan yang berpusat pada Roh roh nenek moyang (Ancestor Spirits) dan “Mori Kraeng” sebagai yang tertinggi (Supreme). Ata Mbeko( orang pintar) memiliki peranan penting dalam mengadakan upacara adat, dia yang meprediksi kehidupan masa depan masyarakat dan yang menjadi penentu dalam mengadakan setiap acara adat serta dipercaya mampu menyembuhkan yang sakit.
Mbaru Tembong; rumah adat ata mangarai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s