Tundu Tenang CURUP

Jongok lonto, tundu wangka pu’ung mose lino.
Temba renca, rancak wancang.
“ata pea’ang, ko ata one” hituy goetn.

Tundu taka tundu,
nuk laku turuk ende luju.
du turung tuju.
Cear cumpe taen
kapu cauy lalong bakok.
curup nega;
“uwa haeng wulang, langkas haeng ntala”
lema emas, kantis ati, rani nain.”

Tundu lele tundu
tenang laku duhu wangkan mai pala.
ledong natas labar kawen moeng mose.
limbang tacik mbilar kawen mose dia
neki cas lawa, padirs wai rentus sai.
lalong bakok wuat turung lakog;
curup de ema luju;
“neka mangas watang pangga, ronggo do’ong’”
‘lalong bakok koe duhu lakom’ lalong rombeng duhu kolem’.

Kuta, 28 Oct.13
lonto

BANGKU USANG

Impianku tentangmu
Kau di kanan aku di kiri,
Kursi usang panjanglah tempat kita berkisah.
Kisah tentang hari esok yang indah.
Tentu saja bersama kau yang kudambakan

Impianku tentangmu
Aku di kiri, kau di kanan
Masih saja kita betah pada kursi usang itu.
Entah siapa saja yang sudah marajut asa di tempat ini,
Kita tak pernah tau, bangku panjang ini sungguh indah.
saksi bisu tentang keindahna cinta.
Mereka datang merajut mimpi, lalu pergi
Tak tau, entah ke mana mereka membawanya.

Impianku tentangmu,
Masih saja kita tak beranjak.
Kali ini kau menghampiriku,
tak tau bagaimana, kau sudah di kiri aku di kanan.
Tersihir aku pada wewangian indah rambut manismu.
Aroma itu seperti tak pernah mau pergi dari ingatanku.
kita lalu terlarut pada indahnya kehangatan rasa.
Mata kita tertutup, jemari remas meremas bagai sedang mengucap doa.
Nafas kita tersengal sengal, seakan sehabis mendaki bukit.

Terlarut kita pada impian indah.
Kursi usang itu, sepertinya bahagia menyaksikan kita berkisah.
Malam menjadi begitu indah, bintang bersinar.
Romantis kita berada di sini. Tak ingin aku, kau menjauh.
Wajahmu terlihat lembut, indah tersinar bulan purnama.
Bibir menguap, tertidur kau pada pundakku.
Terlarutlah kita pada mimpi tentang keindahan.

Impianku tentangmu.
Kau dikiri aku di kanan.
Saya bersandar pada kursi usang,
kau bersadar pada pundak impian.
Saya berpaling mencoba mencuri ciuman,
saat sa’at kau terlelap pada mimpi.

Tapi ahhhhhhhhhhhhhhhh
Ternyata aku terlarut pada impianku tentangmu.

Ini impianku.
kan kusimpan pada lemari pikiranku.

Suryanto A.
Kuta, 16, Oct. 13.
duduk-berdua-di-taman

Gadis Menari

Ku lihat gadis manis menari tanpa musik.
terbuai mabuk keindahan hidup.
ku coba bernyanyi tanpa musik.
lengkapi malam tanpa nada
klop sudah!!!hahahaha

Mari..mari Gadis!
kita bernyanyi melewati petang,
kita menari menyambut malam
rasakan irama indah alunan hidup.
biarakan nafas bebas lepas.

tak perlu nada indah,
bersama saja sudah cukup.
kau menari, aku bernyanyi.
kau terbuai, aku terhanyut.
ahaiiiiiiiiiiii

Kuta,14 oct.2013

gadis

NDERES NDERENG LESO WE’E

Nderes ndreng leso we’e
Tenang mane tana one natas.
wangkal agu hae labar, nggalas..
nggerle nggerlau kudu cama tau
neteng ranga manga tawa.

Ndres ndereng leso we’e
kaka ngkiong iok iok iok
lelap eta,enam neteng bendar,
kole labar neteng tana.
toe manga kendi one wekin,
apan kole manga ba..

Ndres ndereng leso we’e
inggos jihol ami kole masing kilo,
manga kid labar ata na’d
Le gula ndarut ruda dite cumang

Ndres ndereng leso we’e
denge laku landu lopo Nadus
tenang mose kae’eng tana
kanang ata kadi daku nai
lerem jejem tilu senget

Ndres ndereng leso we’e
com dopo no’o de leso ho’o
leso dion ndarut taung.
eme manga wangkal ata da’at
neka bass neteng ata,
one lesos lite ledong
peang natas lite na’ad.

Suryanto A.
Kuta, 08 Oct. 2013
ndres

cintalah jiwa kita

Ibarat tubuh,
jiwa adalah roh penghidup.

kalau kau dan aku menyatu,
maka cinta adalah jiwanya.

Kalau jiwa tiada,
kita hanyalah mayat berjalan.

sudah pasti kaku
lalu lapuk termakan waktu.

Suryanto A.
Kuta, 08 Oct. 13
gambar dari google

BANDIT BERDASI

BANDIT BERDASI

kali ini tidak pandai beraksi,
anganya mendaptkan banyak,
apa dikata pasukan rakyat selalu siaga.
tertangkap tangan membawa uang rakyat.

BANDIT BERDASI

kali ini bagai anjing terkait tali.
menggongong entah apa,
menangis meraung raung..
rakyat sudah harus marah dan marah!
tak apa juga harus kalap untuk dikandangkan.

BANDIT BERDASI

Kau seharusnya memang dipacung,
biar kau tau bahwa kau adalah mahluk angkuh,
biar kau tau bahwa kau layak diinjak rakyat.
biar kau sadar bahwa rakyat adalah pemilik kuasa.

BANDIT BERDASI

Kau adalah kutu bangsa yang harus diganyang.
kau adalah mahluk terkutuk yang harus dihunus.
kau adalah mahluk busuk yang harus dikubur.
kau adalah mahluk sampah yang harus terpanggang dalam bara.

Suyanto A.
Kuta, 4 October 2013
koruptor_ilustrasi

Kepadamu Sang Dewi Imaginasiku

Entah hasrat apa yang membawaku pada imaginasi tiada berakhir,
Bergelora dalam jiwa hanya gumpalan rasa yang tak tersampaikan dengan nyata.

Sekujur tubuh tertusuk rasa yang tergulai lemah karena hasrat semakin menggumnpal dalam darah.

Setulusnya, saat bayanganmu mulai bermain nakal dalam akalku.
tubuhku kaku, tertegun diam, terpesona pada indahnya lekukan tubuhmu. Keutuhan bentukmu tergambar nyata dalam angan, menjadikanku terpenjara dalam hasrat yang semakin memanas.

Kemudian, entahlah tiba tiba dinginya angin malam, menyadarkanku kembali. Ternyata aku hanya terbawa pada impian tentang kau sang pemilik keindahan.

Kau cantik tak pelaknya sang bidadari. aku menanti tiada berpaling pada bayangan indah tentangmu.

nakal, sexi, indah mempesona itulah yg kuharapakan ketika kau benar benar nyata.

S.A

Kuta, 04 Oktober 2013.
kulman

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 977 pengikut lainnya.